Kenapa Pusar Bayi Bisa Bodong? Berikut ini Alasannya

0
94

Ketika mengunjungi saudara yang baru melahirkan pasti kita selalu melihat keadaan sang bayi. Ketika melihat bayi yang baru berusia beberapa minggu tersebut pasti kita pernah memperhatikan pusar si kecil. Perhatian kita tertuju pada pusarnya untuk melihat apakah pusar si bayi tersebut bodong atau tidak? Lalu, sebenarnya apa yang menyebabkan pusar bayi bisa bodong? Berikut ini penjelasannya.

Pusar bayi yang bodong alias menonjol biasa disebut dengan hernia umbilicalis. Pusar bodong ini dapat disebabkan karena pada waktu di dalam rahim, janin tersebut mendapatkan nutrisi dan oksigen dari ibu melalui pembuluh darah yang disebut dengan vena dan arteri umbilicalis (tali pusat. Pembuluh darah tersebut masuk melalui pusar yakni pada bulatan kecil di perut bayi.

Setelah bayi tersebut dilahirkan, kedua pembuluh darah itu digunting oleh dokter dan hanya menyisakan tangkainya saja. Pada waktu 1-2 minggu, tangkai yang tersisa tadi akan mengering dan lepas sehingga hanya menyisakan pusar saja.

Bayi yang baru lepas tangkainya, tampilan pusarnya memang akan menonjol. Akan tetapi, pada beberapa bayi tonjolan tersebut lebih besar akibat dari adanya penutupan cincin pusar dari bagian dalam pusar yang tidak sempurna. Bodong atau tidaknya pusar bayi tidak berhubungan dengan adanya kesalahan dalam menggunting pusar. Hal ini bisa terjadi pada saat pembentukan organ tubuh bagi pada trimester pertama kehamilan.

Selain itu ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa faktor genetik juga bisa menjadi salah satu hal yang mempengaruhi bodong atau tidaknya pusar bayi. Misalnya, ras Afrika banyak mengalami pusar bodong. Namun, kondisi tersebut tidak membahayakan mereka. Hernia umbilicalis biasanya akan menutup sebelum usia 1 tahun. Namun, ada juga yang baru menutup sebelum usia 3 tahun.

Banyak orangtua yang melakukan berbagai cara agar bayinya tidak mempunyai pusar yang bodong. Salah satunya adalah dengan menindih pusar bayi dengan koin. Namun, bukan berarti hal tersebut dapat membuat pusar bayi menjadi tidak bodong. Sebenarnya, menutup pusar dengan koin yang dililitkan dengan kain kasa ini tidak dilarang. Tetapi tidak dianjurkan untuk dilakukan, hak tersebut karena akan mengganggu pernapasan dan menyebabkan bayi sering muntah akibat tekanan pada lambungnya.

Namun, jangan pernah coba-coba untuk menutup pusar bayi dengan koin saja tanpa menggunakan kasa steril. Hal tersebut dikarenakan koin yang bersentuhan langsung dnegan pusar bayi dapat menyebabkan infeksi. Ada baiknya apabila menggunakan plester saja untuk menutup pusar tersebut. Pemakaian plester ini biasanya dilakukan hingga anak tersebut berusia 2 tahun.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda