Tujuh Alasan Pentingnya Menjaga Waktu

0
173

Waktu menjadi salah satu perkara penting dalam kehidupan manusia. Akan tetapi, masih banyak orang yang menyepelekan permasalahan yang satu ini. Sebab mereka merasa bahwa akan hidup di dunia lebih lama. Padahal tidak ada satupun orang yang mengetahui kapan ajal akan menjelang.

Akibatnya, orang-orang yang demikian ini menghabiskan waktunya selama di dunia dengan penuh kesia-siaan tanpa beribadah kepada Allah. Bahkan banyak di antaranya yang berbuat maksiat dan lalai memanfaatkan waktu dengan baik.

Hal ini tidak akan terjadi kepada orang yang beriman, sebab mereka akan mempergunakan waktu untuk hal-hal yang bermanfaat karena mengetahui alasan pentingnya menjaga waktu. Lantas apa saja alasan penting kita harus menjaga waktu? Simak ulasannya berikut ini.

1. Ketahuilah bahwa Engkau Seperti Hari-harimu

Alasan pertama yang menyebabkan seorang muslim harus menjaga waktu adalah karena waktu yang kita pergunakan itu selayaknya diri kita sendiri. Apabila kita melewatkan satu waktu untuk melaksanakan kebajikan, maka diri sebagian dari kita akan hilang juga tanpa mendapatkan apapun. Hasan Al Bashri mengatakan,

“Wahai manusia, sesungguhnya kalian hanyalah kumpulan hari. Tatkala satu hari itu hilang, maka akan hilang pula sebagian dirimu.”

2. Waktu Pasti akan Berlalu, Beramallah

Selain itu, seperti yang kita ketahui bahwasanya waktu itu tidak bisa terulang dan pasti akan berlalu. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa beramal shaleh agar waktu yang berlalu tersebut tidak terbuang sia-sia. Ja’far bin Sulaiman berkata bahwa dia mendengar Robi’ah menasehati Sufyan Ats Tsauri,

“Sesungguhnya engkau adalah kumpulan hari. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dirimu juga akan hilang. Bahkan hampir-hampir sebagian harimu berlalu, lalu hilanglah seluruh dirimu (baca: mati) sedangkan engkau mengetahuinya. Oleh karena itu, beramallah.”

3. Waktu Bagaikan Pedang

Pentingnya menjaga waktu selanjutnya adalah sebab waktu itu bagaikan pedang. Pedang yang bisa dijadikan alat pertempuran menjalani kehidupan apabila dipergunakan dengan baik dan bisa menikam diri sendiri apabila dilalaikan. Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan,

“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

4. Jika Tidak Tersibukkan dengan Kebaikan, Pasti akan Terjatuh pada Perkara yang Sia-sia

Hanya ada dua kemungkinan yang akan terjadi terkait masalah waktu. Jika tidak disibukkan dengan melaksanakan amal kebaikan, maka pasti akan terjatuh dalam perkara yang sia-sia. Oleh sebab itu, kita harus mempergunakan dan menjaga waktu dalam melaksanakan kebaikan. Sebab apabila waktu tidak dijaga, maka kita bisa saja terjerumus dalam perkara yang justru dapat mendatangkan mudharat bagi diri sendiri dan bahkan orang lain.

Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:

Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).”

5. Waktu Berlalu Begitu Cepatnya

Tidak dapat dipungkiri bahwasanya waktu tidak hanya akan berlalu, namun lebih dari itu waktu tersebut akan berlalu dengan cepat. Siapa yang berleha-leha dalam kehidupan, maka mereka akan ditinggalkan oleh waktu yang tidak mungkin bisa kembali lagi.

Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi, penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung).

Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

6. Kematian Lebih Layak Bagi Orang yang Menyia-nyiakan Waktu

Seseorang wajib untuk menjaga waktunya sebab bagi orang yang menyia-nyiakan waktu, maka kematian lebih layak baginya dibanding kehidupan. Lalu Ibnul Qoyyim mengatakan perkataan selanjutnya yang sangat menyentuh qolbu,

“Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan (baca: kesia-siaan), maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.”

7. Janganlah Sia-siakan Waktumu Selain untuk Mengingat Allah

Alasan pentingnya menjaga waktu yang terakhir adalah bahwa kita tidak boleh menyia-nyiakan waktu selain untuk mengingat Allah SWT. Sebab hanya Dia-lah Dzat Maha Pelindung dan Pemberi Rahmat di muka bumi dan semesta alam.

Dari Abdullah bin Abdil Malik, beliau berkata, “Kami suatu saat berjalan bersama ayah kami di atas tandunya. Lalu dia berkata pada kami, ‘Bertasbihlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertasbih sampai di pohon yang dia tunjuk. Kemudian nampak lagi pohon lain, lalu dia berkata pada kami, ‘Bertakbirlah sampai di pohon itu.’ Lalu kami pun bertakbir. Inilah yang biasa diajarkan oleh ayah kami.”

Demikianlah informasi terkait tujuh alasan pentingnya menjaga waktu. Setelah mengetahui alasan di atas, sudah sepantasnya kita tidak lagi menyia-nyiakan waktu untuk mengerjakan sesuatu yang tidak mengundang faedah bagi kehidupan dunia dan akhirat. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk kepada hamba-Nya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan komentar anda
Masukkan nama anda